BERPATAH HATI
Karya : Hans Marcellino
Bukan marah yang ku keluarkan
namun, kesadaran yang kurasakan
akan sesuatu yang katanya masa depan
namun akhirnya berbuah kekecewaan
sungguh bodoh kulakukan
mencoba bertahan
meski perih yang kurasakan
jika katanya cinta
aku dan kamu akan menjadi kita
namun mengapa?
mengapa aku sendiri yang menampung luka
apakah harus bertahan melawan semua
atau menyerah meninggalkan janji kita
aku menyadari semuanya
cemburu tiada artinya
hanya akan menumbuhkan lara
lara yang merobek hati yang masih percaya
selemahkah aku?
menangisi orang yang belum tentu mencintai dengan tulus?
sebodohnya aku?
memaafkan orang yang melakukan kesalahannya terus menerus
dan pada akhirnya
aku dan kamu memilih jalan masing-masing
yang pastinya lebih bahagia dari sebelumnya
tanpa ada lara yang terus menghampiri
Komentar
Posting Komentar